Paroki Santa Maria Kartasura Gaungkan Persaudaraan dan Toleransi

Selasa, 18 Agustus 2026
Paroki Santa Maria Kartasura Gaungkan Persaudaraan dan Toleransi

Paroki Kartasura, Semangat kebersamaan dan gotong royong tampak dalam persiapan perayaan Kemerdekaan Republik Indonesia di gereja Santa Maria Kartasura. Sejumlah warga bersama-sama memasang dekorasi merah putih tata panggung di area parkir gereja. Warga dari berbagai latar belakang turut terlibat dalam persiapan tersebut, menunjukkan semangat persaudaraan, toleransi, dan kebersamaan dalam merayakan kemerdekaan Indonesia ke 81 

 

 

MInggu malam 16 Agustus 2026, beragam warga hadir dan mengikuti rangkaian acara dengan suasana penuh keakraban. Anak-anak, kaum muda, orang dewasa hingga tokoh masyarakat dan pemimpin agama tampak membaur dalam kegiatan. Kebersamaan tersebut menunjukkan semangat merayakan kemerdekaan menjadi milik seluruh warga, tanpa membedakan latar belakang, usia maupun keyakinan. Semangat Bhinneka Tunggal Ika tampak dalam kebersamaan warga yang duduk dan beraktivitas bersama. Gereja pun menjadi ruang yang terbuka bagi masyarakat Giringan RT.02 untuk bersosialisasi, menikmati cemilan dan minuman yang disajikan panitia.

 

Nilai-nilai kebangsaan menjadi salah satu pesan penting yang mengemuka sepanjang acara. Ujub ujub doa yang disuarakan para pemimpin agama baik Islam, Kristen Protestan dan Katolik adalah  perdamaian, toleransi, saling mengasihi seperti yang disampaikan oleh Romo Paroki Gregorius Kriswanta, Pr. Dalam suasana reflektif tersebut harapan kepada para pemimpin negara juga turut menjadi bagian dari permenungan bersama. Masyarakat berharap para pemimpin bangsa senantiasa mengutamakan kepentingan rakyat, menjunjung keadilan, menjaga persatuan, serta menghadirkan kebijakan yang mampu membawa kesejahteraan bagi seluruh masyarakat.

Pelaksanaan Malam Tirakatan di area Gereja Santa Maria Kartasura menjadi sebuah tradisi yang dilakukan setiap tahun dan memiliki makna penting bagi kehidupan masyarakat sekitar. Gereja tidak hanya hadir sebagai tempat peribadatan, tetapi juga menjadi bagian dari kehidupan sosial masyarakat dalam membangun persaudaraan, toleransi dan kepedulian terhadap bangsa yang sejalan dengan Surat Gembala Kemerdekan RI ke 81, Uskup Agung Semarang, Mgr. Robertus Rubiyatmoko yang bertema: "Indonesia Berdaulat, Adil, dan Makmur". dengan poin poin sebagi berikut:

  • Menjadi jembatan dan pembangun jembatan. Kita membangun dan mengembangkan komunikasi kasih yang saling menghormati dan mengikis perseteruan, permusuhan, ataukonflik. Kita membangun dan menghadirkan ruang perjumpaan dan perdamaian.
  • Merawat bumi untuk mengusahakan kesejahteraan yang berkeadilan. Mendampingi keluarga miskin dan rentan, mengembangkan laku lestari seperti mengurangi pemakaian plastik, memilah dan mengolah sampah menjadi berkah,menghemat dan menjaga sumber air,misalnya dengan membuat sumur resapan di sekitar rumah, serta menanam dan merawat pohon. 
  • Menggunakan teknologi dan kecerdasan buatan secara bijaksanademi martabatumat manusia. 
  • Menaruh harapan agar berani menghentikan kebijakan yang merugikan kepentingan bangsa, negara, dan masyarakat. 

Marilah merayakan kemerdekaan bangsa ini dengan syukur dan tanggung jawab.Kita tidak hanya bertanya, “Apa yang saya peroleh dari bangsa kita”, tetapi juga bertanya, “Apa yang dapat saya berikan bagi Indonesia”. DIRGAHAYU REPUBLIK INDONESIA ! MERDEKA !

 

Link download Surat Gembala Kemerdekan RI ke 81, Uskup Agung Semarang: 

https://drive.google.com/file/d/1n2SEUkJTq5_arW27EtCx4-aZgesu6mqG/view?usp=sharing

 

Liputan: MMHW

 

 

 

 

 

 

 

 

Berita Terbaru

Lihat Semua Berita